17/08/10

Tandak Bedhes

in action
Kateni adalah sebuah nama yang diucapkan ketika saya memperkenalkan diri. Ia berasal dari Blitar. Pekerjaannya yang unik membuat saya tertarik untuk dapat berbincang dengannya. Ia adalah seorang pawang monyet yang ia manfaatkan untuk menopang hidup sehari-harinya bersama yang ditinggalkan di kampong halamannya Blitar.

Diluar Panggung

Tunggu belas kasihan
Setiap orang Indonesia tidak mungkin tidak tahu arti tanggal 17 Agustus. Walaupun setiap orang mempunyai versinya sendiri-sendiri. Secara umum, 17 Agustus adalah hari dideklarasikannya kebebasan bangsa dari penjajahan kolonial. Bahwa kita sebagai orang Indonesia sejak saat itu bisa menentukan dan mengatur dirinya sendiri. Apa yang menjadi cita-cita untuk hari depannya. Pokoknya sebagai bangsa yang mandiri, tidak di atur-atur oleh bangsa manapun.

16/08/10

Money Changer Musiman

Menunggu rejeki
Dulu, sekitar 30 tahun yang lalu, saya juga tidak berpikir fenomena apa yang terjadi saat itu. Sebuah era yang menghalalkan judi lewat undian nomor berhadiah bernama NALO. KOnon singkatan daro Nasional Lotre. Kalau tidak salah waktu itu sebuah cara untuk menggalang dana demi kemajuan dunia olah raga kita. Nalo ini dijual kepada semua orang tanpa pandang suku, agama, umur dan jenis kelamin. Bahkan stan NALO ini mengalahkan semua bentuk stand pasar malam yang tempatnya ditata dengan aturan tertentu.

15/08/10

Bingkai Kebodohan

Lima tahun yang lalu, saat anak tetanggaku dilahirkan dengan bobot 3,5 kg dan panjang 51 cm, sering kali aku melihat neneknya menggendongnya lewat depan rumahku sambil berjalan-jalan pagi. Seorang bayi mungil yang tidur pasrah dalam gendongan neneknya. Hari demi hari bayi itu tumbuh semakin besar dan nampak lucu. Siapapun senang melihatnya. Ibunya setiap kali bertemu denganku dari mulutnya meluncur cerita-cerita yang tak habis-habisnya tentang perkembangan anaknya.

Kesabaran mBok Sukirah

Rejeki tak kan kemana, mBok!
Jam tujuh pagi, Malioboro masih sepi, walaupun bukan hari libur. Pedagang kaki lima, dagangannya masih tertutup rapat dengan plastik penutup atau para-para penggantung dagangan masih kosong. Pejalan kaki masih santai. Beberapa orang makan sarapan di kuliner trotoar. Sepeda motor sudah berseliweran tetapi belum seramai siang hari yang biasanya padat bercampur berbagai jenis kendaraan, mulai becak, dokar, bis kota,

14/08/10

Ketekunan Supardi

Tekun dan tersenyum selalu bersama Supardi
Mesin jahit telah umum digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga di Indonesia. Baik digunakan untuk menambah penghasilan keluarga maupun sekedar keperluan pengisi waktu. Mesin jahit ini digunakan bukan hanya di kota-kota saja tetapi sudah sampai ke desa-desa yang jauh dari perkotaan. Biasanya mesin jahit yang digunakan di desa-desa atau di rumah tangga adalah mesin jahit yang digerakkan dengan kaki atau tangan, dan tidak banyak fasilitas seperti mesin jahit modern yang digunakan di kota-kota secara komersial.