![]() |
| Tekun dan tersenyum selalu bersama Supardi |
Mesin jahit modern ini biasanya paling tidak sudah dilengkapi dengan dynamo sebagai tenaga penggeraknya.
Pengunaan mesin jahit modern ini dan cara mengoperasikannyapun juga jauh berbeda dengan mesin jahit model lama, karena dituntut praktis dan lebih produktif.
Biasanya mesin jahit yang digunakan ibu-ibu rumah tangga, dari segi perawatan kurang mendapat perhatian sehingga ketika mesin jahit ini jarang digunakan sering mengalami masalah ketika digunakan. Dengan kata lain “pokoknya bisa digunakan”. Setelah pakaian jadi lebih mudah dan murah dibeli di toko atau mall, mesin jahit di rumah tangga semakin kurang mendapat perawatan. Lagipula jarang orang tertarik belajar memperbaiki mesin jahit. Banyak orang menganggap remeh kegunaan mesin jahit ini. Kelangkaan orang yang mempunyai minat pada perbaikan mesin jahit ini dianggap sebagai peluang bagus oleh Supardi. Ia menekuni berbagai merk mesin jahit untuk dipelajari dan menjadikannya keahlian. Ia telah selama 10 tahun sebagai ahli memperbaiki berbagai mesin jahit. Langganannya sangat banyak karena pesaingnya sangat sedikit. Lelaki berumur 55 tahun yang tinggal di Sidoarjo Jawa Timur ini melayani service mesin jahit panggilan di beberapa penjahit komersial tradsional dan mesin jahit rumah tangga. Ia mengakui dengan jujur untuk mesin jahit yang baru dan berteknologi tinggi ia tidak mampu mengangani. Apalagi yang sudah menggunakan computer untuk mengoperasikannya seperti untuk membuat obras, border dll.
Saya temui Supardi ketika sedang memperbaiki sebuah mesin jahit di sebuah keluarga. Ketika saya tanya kerusakan apa yang terjadi pada mesin yang sedang diperbaikinya, ia menjelaskan bahwa mesin jahit itu relative model baru hanya penyetelan awal ketika pertama kali dibeli kurang baik. Akibatnya sparepart di dalamnya terutama yang kecil-kecil tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Memang sebagian spare part harus diganti. Katanya sambil menunjukkan beberapa baut kecil yang aus atau bahkan pecah. Komponen yang rusak inilah yang mengakibatkan mesin jahit bersuara keras ketika dipakai dan terasa berat ketika digunakan. Bahkan pengaturan jarak jahitannya tidak normal. Karena kerusakan mesin jahit yang dipebaikinya tidak terlalu parah, tidak membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk menyelesaikannya.
Rata-rata ia bekerja 1 hingga 2 jam untuk memperbaiki 1 mesin jahit tergantung kerusakannya dengan ongkos Rp. 25.000 hingga Rp 50.000. Bila ada penggantian spare part, ia memungut tambahan biaya sebesar harga sparepart yang digantinya. Di Indonesia, itu jumlah yang lumayan untuk mencukupi hidup keseharian bagi klas pekerja seperti Supardi. Apalagi bila 1 hari ia bisa memperbaiki beberapa mesin jahit, tentu jumlah yang lumayan dibanding dengan waktu bekerjanya yang hanya beberapa jam. Sukses buat Supardi yang tekun dan pintar menagkap peluang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar